Dokumentasi 4 Oktober 2015 Teti & Arifandi

Hai sahabat Bu Mentik. Alhamdulilah kali ini kami (Bu Mentik Wedding Organizer) kembali dipercaya keluarga mba Teti dan mas Arifandi untuk mendampingi moment bahagia mereka. Apakah upacara pernikahan kali ini sama sama dengan pengantin-pengantin kanigaran pada umumnya? tunggu dulu.. Upacara pernikahan ini sangat spesial dan berbeda.. yuk simak :D 


1. Acara dimulai dari seserahan kemudian dilanjutkan dengan acara Akad nikah yang dilaksanakan dengan penuh hikmat.


2. Alhamdulilah Ijab qobul berjalan dengan lancar dengan sekali lafas tarikan nafas mas Arifandi. Semoga menjadi awal dari kelancaran hidup mereka berdua. Amin..

 3. Nah disini istimewanya.. Setelah upacara akad nikah dilanjutkan dengan acara adat Batak yaitu "Mengulosi" yaitu memberikan ulos, ulos ini diberikan oleh sesepuh keluarga kepada mempelai pengantin. Harapannya Ulos ini dapat menjadi simbol dari kehangatan dan berkat bagi kedua mempelai pengantin baru. Coba kalian lihat ekspresi sesepuh yang sedang "mengulosi" mempelai pengantin. Terlihat sangat sayangnya beliau terhadap kedua mempelai ini sampai tidak bisa menahan tangis haru.



 4. Setelah selesai acara akad nikah dan istirahat dilanjutkan dengan rangkaian acara panggih adat Yogyakarta seperti pernah kita bahas lengkap sebelumnya mengenai acara tersebut disini 


5. Acara sungkeman setelah panggih menjadi moment paling haru dari seluruh rangakain acara hari itu. "Terimakasih Ayah & Bunda telah membesarkan kami sampai tiba hari ini, Mulai hari ini kami akan mengarungi Rumah tangga baru kami, Ridhoilah kami dalam rumah tangga ini dengan ridhomu Ayah.. Bunda.. "



6. Setelah seluruh rangkaian upacara adat selesai tidak lupa tim Bu Mentik Wedding Organizer mendokumentasikan foto kedua mempelai dan keluarga. 


7. Acara terakhir adalah resepsi standing party dengan jamuan catering yang telah spesial disajikan oleh Bu Mentik Catering.. Yummy dan sudah terbukti enaknya


Hihi. Spesial sekali kan mixing upacara adatnya.. Hal ini adalah salah satu bukti kekayaan Budaya Indonesia.. Karena Jawa dan Batak berbeda bukan berarti harus dikotak-kotakkan. Malah terbukti bisa disatukan dengan adat yang luar biasa indah.

Pada akhir kata terimakasih kepada seluruh kru dan vendor yang telah membantu suksesnya acara ini. Tidak lupa kami mendoakan kepada mba Teti dan mas Arifandi agar menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah.. juga segera diberikan momongan yang soleh dan solehah. Amin.